Anda suka makan telur? Bisanya bagaimana cara Anda mengolah telur, dengan merebus atau menggoreng? Cara mengolah telur memang sesuai kebutuhan dan sesuai selera, tapi manakah cara pengolahan telur yang membuat nutrisinya paling baik?
Sebuah studi yang diterbitkan dalam "British Journal of Nutrition" pada November 2006 menemukan bahwa orang sehat dapat makan telur setiap hari tanpa risiko peningkatan penyakit jantung. Studi menyebut telur rebus adalah pilihan yang lebih baik daripada telur goreng karena lebih rendah lemak, termasuk lemak jenuh yang berpotensi meningkatkan kadar kolesterol. Demikian dikutip dari Live Strong, Jumat (13/12/2013).
Yuk, kita lihat lebih lanjut kandungan nutrisi telur goreng dan telur rebus:
1. Macronutrient
Telur rebus besar mengandung 78 kalori, 6,3 gram protein, 0,6 gram karbohidrat dan 5,3 gram lemak, termasuk 1,6 gram lemak jenuh. Jika digoreng, maka kalori dalam telur akan meningkat jadi 90 dan lemak meningkat jadi 6,8 gram, termasuk 2 gram lemak jenuh, atau 10 persen dari nilai sehari-hari yang dianjurkan untuk lemak dan lemak jenuh.
2. Vitamin
Dengan makan telur rebus besar maka Anda akan mendapatkan 15 persen dari nilai sehari-hari yang dianjurkan untuk riboflavin, 10 persen dari nilai sehari-hari yang dianjurkan untuk vitamin B-12 dan 11 persen dari nilai sehari-hari yang dianjurkan untuk vitamin D. Sedangkan telur goreng memiliki kandungan vitamin yang sama, namun jumlahnya sedikit berkurang. Next
Untuk diketahui riboflavin membantu menghasilkan sel darah merah dan mengubah karbohidrat menjadi energi. Vitamin B-12 diperlukan untuk sistem saraf dan fungsi otak, sedangkan vitamin D memainkan peran dalam fungsi kekebalan tubuh dan penyerapan kalsium.
3. Mineral
Telur goreng memiliki kandungan mineral sedikit lebih tinggi daripada telur rebus. Satu-satunya mineral yang dikandungnya dalam jumlah banyak adalah fosfor, di mana satu telur goreng ukuran besar menyediakan 10 persen dari nilai sehari-hari yang dianjurkan. Sedangkan telur rebus menyediakan sekitar 9 persen dari nilai sehari-hari yang dianjurkan untuk mineral yang satu ini. Fosfor sangat penting untuk tulang yang kuat, memproduksi DNA, dan penting untuk fungsi ginjal.
Saran
Di luar kandungan lemak, baik telur rebus maupun telur goreng sebenarnya memiliki nutrisi yang sama. Hanya ada sedikit perbedaan-perbedaan kecil akibat dari metode pengolahannya dan penambahan minyak.
Sebuah artikel 2007 yang diterbitkan dalam Mother Earth News menyebutkan telur ayam kampung adalah telur dengan kandungan beta karoten serta vitamin A dan E yang lebih tinggi. Selain itu telur ayam kampung mengandung lebih sedikit lemak jenuh dan kolesterol ketimbang telur ayam lainnya.
Pada orang sehat, konsumsi telur yang moderat tidak selalu meningkatkan risiko penyakit jantung. Dalam penelitian yang dipublikasikan di American Journal of Clinical Nutrition, tidak ditemukan adanya hubungan antara jumlah konsumsi telur dan peningkatan risiko diabetes tipe 2. Tidak ditemukan juga kaitan antara konsumsi makanan yang mengandung kolesterol secara keseluruhan dengan risiko diabetes.
Namun beberapa studi lain menemukan keterkaitan jumlah konsumsi telur dengan peningkatan risiko diabetes. Disebutkan konsumsi 7 butir telur atau lebih selama sepekan bisa meningkatkan risiko diabetes. Jadi sebaiknya konsumsilah telur dan makanan lain dalam batas yang wajar. Sebab segala sesuatu yang berlebihan dampaknya tidak baik.
Sumber: http://health.detik.com/read/2013/12/13/080037/2440936/766/2/telur-goreng-atau-telur-rebus-yang-nutrisinya-paling-baik
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Kamis, 12 Desember 2013
Rabu, 11 Desember 2013
6 Tips Jitu Untuk Mencegah Masuk Angin
Anda sering masuk angin???
Sebenarnya, istilah ini tak dikenal dalam dunia kedokteran. Namun, kita dapat mendefinisikan sebagai kondisi spesifik seperti perut kembung, badan pegal, pusing, sampai hidung tersumbat. Pakar kesehatan Dr Ade Mutiara dan dr Abdulah Reza memberikan tips- tips berikut untuk mencegah masuk angin:
1. Hindari makan-makanan yang banyak mengandung gas seperti kopi, kembang kol, dan makanan yang dapat menggangu sistem pencernaan seperti makanan yang pedas, dan banyak mengandung santan.
2. Tingkatkan daya tahan tubuh. Salah satunya dengan bahan-bahan herbal seperti meniran atau Echinacea yang terbukti dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh.
3. Bagi orang-orang yang memiliki alergi, hindari pencetus alergi seperti debu atau makanan yang dapat menganggu kesehatan.
4. Hindari stres yang berlebihan karena beban pikiran yang berle bihan sangat berpengaruh terhadap daya tahan tubuh seseorang.
5. Biasakan makan dengan pola makan yang berimbang, dan gaya hidup sehat, salah satunya dengan rajin berolahraga.
6. Hindari terlalu banyak terpapar angin dingin. Ketika harus naik motor, atau berada di udara yang dingin, gunakan jaket untuk melindungi tubuh.
Sebenarnya, istilah ini tak dikenal dalam dunia kedokteran. Namun, kita dapat mendefinisikan sebagai kondisi spesifik seperti perut kembung, badan pegal, pusing, sampai hidung tersumbat. Pakar kesehatan Dr Ade Mutiara dan dr Abdulah Reza memberikan tips- tips berikut untuk mencegah masuk angin:
1. Hindari makan-makanan yang banyak mengandung gas seperti kopi, kembang kol, dan makanan yang dapat menggangu sistem pencernaan seperti makanan yang pedas, dan banyak mengandung santan.
2. Tingkatkan daya tahan tubuh. Salah satunya dengan bahan-bahan herbal seperti meniran atau Echinacea yang terbukti dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh.
3. Bagi orang-orang yang memiliki alergi, hindari pencetus alergi seperti debu atau makanan yang dapat menganggu kesehatan.
4. Hindari stres yang berlebihan karena beban pikiran yang berle bihan sangat berpengaruh terhadap daya tahan tubuh seseorang.
5. Biasakan makan dengan pola makan yang berimbang, dan gaya hidup sehat, salah satunya dengan rajin berolahraga.
6. Hindari terlalu banyak terpapar angin dingin. Ketika harus naik motor, atau berada di udara yang dingin, gunakan jaket untuk melindungi tubuh.
Minggu, 07 Agustus 2011
Menjadi Mahasiswa yang Memiliki More Values
Banyak sekali orang yang mempertanyakan manakah yang lebih penting, praktek atau teori???
Menurut saya, keduanya berkesinambungan dimana, teori tanpa praktek adalah kosong begitu pula praktek tanpa teori itu menyesatkan. Sebagai contoh, Sebagai seorang mahasiswa, bukan hanya belajar yang diutamakan namun sebenarnya banyak sekali aktivitas yang bisa kita lakukan baik di dalam maupun di luar kampus. Contohnya, berorganisasi. Misalnya ikut kegiatan kemahasiswaan seperti BEM, himpunan, UKM, dan kegiatan lain yang bermanfaat bagi kita tentunya. Selain itu, kita belajar untuk mengekspos diri kita, sehingga sebagai mahasiswa kita benar-benar memiliki more values.
Lalu kenapa banyak sarjana pada menganggur???
Sungguh ironi memang kenapa Indonesia ini menciptakan banyak sarjana tetapi banyak yang tidak bekerja, bahkan bekerja pun terkadang tidak sesuai dengan bidang kesarjanaan mereka. Itu dikarenakan karena mereka tidak pintar untuk mengembangkan potensi yang ada pada diri mereka masing-masing. Seharusnya dengan memilih suatu jurusan, kita fokus pada satu jurusan itu dan berusaha agar kita bisa menonjolkan kemampuan kita dalam bidang tersebut. Bukan malah berpikir bahwa kita itu salah jurusan.
Intinya tidak menjamin kesarjanaan seseorang akan mendapatkan pekerjaan sesuai dengan bidang yang kita pelajari di bangku kuliah. Kita harus siapkan mental dengan lebih banyak menggali praktek dengan bidang yang anda sukai, supaya mendapatkan pekerjaan, merintis bisnis yang matang. Karena kita sudah teruji dengan praktek dilapangan, maka kita akan semakin mudah mencari dan mendapatkan penghasilan yang layak.
Salah satu keuntungan berorganisasi yaitu kita akan mendapat banyak pengalaman dari sana. Kegiatan-kegiatan banyak diselenggarakan disana. Salah satu contoh yaitu kunjungan industry atau studi banding yang diselenggarakan oleh salah satu organisasi. Dengan kegiatan tersebut, selain kita belajar untuk berorganisasi kita pun bisa mendapat pengalaman untuk melihat secara langsung proses kerja atau system kerja suatu industry. Disamping itu, dari studi banding, kita bisa membandingkan seperti apa sih pendidikan yang bagus buat kita, apakah pembelajaran yang kita lakukan selama ini sudah benar atau tidak. Nah, disinilah kita harus memulai, bagaimana caranya agar kita bukan hanya menjadi seorang mahasiswa biasa namun jadilah mahasiswa yang memiliki more value, yang tidak hanya teori yang diutamakan namun praktek dari hasil belajar kita selama ini harus dikembangkan agar semua potensi yang kita miliki bisa di ekspos, dan tentunya bermanfaat bagi orang lain.
Langganan:
Postingan
(
Atom
)